Wednesday, April 18, 2012

Madre


Senyuman ini mungkin tidak akan pudar, bernaung selama-lamanya di wajah, juga di hati. Madre membuatku berbunga-bunga. Setiap lembarnya begitu berharga. Setiap ceritanya begitu menggugah. Seolah aku turut terbang ke angkasa bersama setiap karakternya.

Di sanalah kutemukan permenungan Dee atas hidup dan cinta, yang ditelusurinya lewat berbagai lika-liku yang ada. Dengan bebas dan cerdas dia mengeksploitasi dan menyusuri setiap irama kehidupan yang unik dan tak kalah menarik. Dia lah yang membangkitkan perasaan haru, campur sumringah, tak karuan. Degup jantung seakan terpacu, terbawa bersama alunan melodi cerita dan prosanya.

Karyanya begitu hidup, dekat, dan nyata. Sama seperti sukacita yang ditinggalkannya padaku usai membacanya.

Madre mengutarakan berbagai kisah manusia yang dihinggapi berbagai problematika atas pertanyaan-pertanyaan mendasar dalam hidup. Hati kita seolah tergelitik untuk mengulang pertanyaan yang sama pada diri. Untuk itulah Dee memperingatkan para pembacanya sebelum memulai perjalanan membaca, “Tidak semua permenungan itu berujung pada jawaban. Seringkali, malah pertanyaan barulah yang lahir. Tak mengapa. Bagi saya, hidup adalah proses bertanya. Jawaban hanyalah persinggahan dinamis yang bisa berubah seiring dengan berkembangnya pemahaman kita. Namun, pertanyaan lah yang membuat kita terus maju.”

No comments: